Judul : The Marvels
Genre : Petualangan/Laga
Sutradara : Nia DaCosta
Pemain : Brie Larson, Iman Vellani, Park Seo-joon, Zawe Ashton, Teyonah Parris, Lashana Lynch, Samuel L. Jackson, Mohan Kapoor, Zenobia Shroff, Saagar Shaikh, dan Gary Lewis.
Tahun rilis: 2023
Sudah berlalu satu tahun dimulainya The Multiverse Saga, setelah event Endgame pada Infinity Saga, dimulailah saga baru. Pada saga ini, lingkup dunia yang lebih luas melibatkan realitas berbeda dari Earth 616. Multiverse Saga dibagi dalam 3 phase, phase 4, 5, dan 6. Pembahasan kali ini melibatkan salah satu film yang berada di phase 5, yaitu The Marvels. The Marvels ialah film terakhir dari MCU untuk tahun ini atau penutup MCU di tahun ini. Tentu tidak sedikit penggemar yang menantikan karya terbaru dari MCU dengan melibatkan 3 pahlawan perempuan, Carol Danvers/Captain Marvel, Kamala Khan/Ms. Marvel, dan Monica Rambeau. Pertemuan dan kerja sama dari ketiga pahlawan super tersebut patut disaksikan dan dinikmati.
Film ini mengisahkan adanya anomali dengan kekuatan ketiga pahlawan tersebut, yang membuat mereka bertukar tempat satu sama lain ketika menggunakan kekuatan secara bersamaan. Karena hal tersebut mereka bersatu dan mencari tahu alasan pertukaran tempat mereka. Tidak hanya itu semesta juga dalam keadaan genting, karena penyerangan Supreme Dar-Benn ke beberapa planet untuk mengambil sumber daya mereka. Dimulailah pertualangan dari ketiga pahlawan super untuk menghentikan Dar-Benn serta menyelesaikan permasalahan dengan kekuatan mereka. Tentu pertanyaan akan muncul dibenak, bagaimana kekuatan mereka bisa terhubung. Hal itu bisa terjadi karena kekuatan mereka berdasar pada cahaya. Carol bisa menyerap cahaya tersebut, mengelola, dan menggunakannya untuk terbang dan menyerang. Monica bisa melihat cahaya dan merefleksikannya, dan Kamala bisa mengubah cahaya tersebut menjadi padat.
Film dimulai dengan Dar-Benn dan beberapa pasukan bangsa Kree tiba di sebuah planet seperti bulan, dia menggali di sana dan menemukan peti. Peti tersebut berisi Quantum Bands, tapi hanya ada satu Quantum Bands di sana. Maka dari itu Dar-Benn ingin mencari gelang satunya untuk bisa membuka Jump Point yang lebih besar. Tentu kita tahu bahwa gelang satunya ada pada Kamala khan di bumi, Kota New Jersey. Anomali muncul saat Dar-Benn menggunakan Quantum Bands digabung dengan Universal Weapon. Hal tersebut terdeteksi oleh pangkalan S.A.B.E.R, Nick Fury meminta pertolongan dengan Carol untuk memeriksa sumber gelombang aneh tersebut. Carol menemukannya, terdapat jump point yang aneh di atas dan menyalurkan energi yang menarik Carol untuk menyentuhnya, di saat bersamaan Monica berada di luar angkasa sedang melakukan perbaikan di pangkalan S.A.B.E.R juga melihat keanehan, dia mendekati dan juga menyentuhnya. Di belahan bumi, tepatnya di kamar Kamala, gelang Kamala bersinar tiba-tiba hal itu membingungkan Kamala, tidak berapa lama kemudian pertukaran tempat terjadi. Carol berpindah tempat dengan Kamala, Kamala bertukar dengan Monica, dan Monica berada di tempat Carol berada sebelumnya.
Jika kita melihat dari beberapa adegan tentu tidak sedikit detail yang diperhatikan. Kita tahu film marvel untuk masalah cinematographic tidak perlu dipertanyakan, itu menjadi salah satu keunggulan Marvel dalam mengolah film dan seri. Tidak hanya itu, action scene juga dikemas dengan sangat apik, terlebih film ini sangat padat, tidak berselang lama selalu ada action scene dari ketiga pahlawan tersebut. Tentu sangat menarik menonton pertarungan mereka dengan pertukaran tempat saat penggunaan kekuatan secara bersama. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini. film ini juga dibalut komedi, tidak selalu serius. Tentu komedi hadir dari bagian Kamala dan keluarganya, jadi sangat menyenangkan ketika melihat interaksi Kamala dengan keluarganya, serta orang lain.
Film ini memuat back story yang lumayan jelas bagi yang belum tahu tentang inti permasalahan dalam film. Mengisahkan tentang hubungan antara Carol dengan Hala (planet bangsa Kree) dan juga alasan Dar-Benn serta bangsa Kree menyebut Carol sebagai pemusnah. Tidak hanya itu penjelasan terkait kekuatan masing-masing pahlawan juga dijelaskan secara singkat dan bagaimana mereka mendapatkan kekuatan tersebut. Sebenarnya untuk Kamala sendiri tidak terlalu dijelaskan cara dia mendapatkan kekuatan, hanya penjelasan sedikit mengenai gelang yang dia dapatkan dari neneknya. Walaupun begitu, bertemunya tiga pahlawan super membawa angin segar dalam film ini, terlebih semuanya perempuan. Tidak hanya pahlawan yang perempuan, villain dalam film ini juga perempuan, yaitu Supreme Dar-Benn. Pada film ini memang sangat terlihat mengangkat tema perempuan, dari pahlawan sampai villain, semua perempuan. Semakin memperjelas tujuan Marvel dalam meningkatkan pahlawan perempuan dan peran perempuan itu sendiri.
Kamala Khan atau nama pahlawannya Ms. Marvel berkembang dengan pesat dalam film ini. Dia salah satu Young Avengers yang berhadapan dengan villain tingkat universe, tentu berbeda dengan villain yang hanya tingkat kota. Dia juga bisa mendapatkan pengalaman yang banyak terkait luar angkasa dan penggunaan kekuatannya. Maka dari itu, tidak aneh ketika dia menjadi versi kecilnya Nick Fury dalam memimpin Young Avengers ke depannya. Dia sudah memiliki bekal yang memumpuni dalam hal ini. Hal ini tersambung dengan ending scene, Kamala yang tiba-tiba ada di kediaman Kate Bishop. Kemunculan Kamala sama persis dengan kemunculan Nick Fury saat merekut Ironman masuk dalam Avengers. Tentu saja ending scene ini yang sangat dinantikan penggemar, mengingat banyak sekali pahlawan muda diperkenalkan dalam seri maupun film. Munculnya Kate Bishop sebagai cameo dalam ending scene, tentu membuat penonton berseru, melihat salah satu penerus Avengers, tentu sangat mengejutkan. Memang bagi beberapa orang yang tidak tahu penerus Hawkeye, apalagi tidak menonton serial Hawkeye, semakin dibuat bingung siapa perempuan berbaju ungu ini. Kalau dikatakan kekurangan juga bukan, karena memang sifatnya untuk film sharing universe dan saling berkesinambungan dari satu film/serial ke film/serial yang lain. Hal ini bisa menjadi cara promosi tersendiri untuk menonton film dan serial sebelumnya yang berhubungan dengan film ini.
Tidak sedikit orang yang menonton The Marvels karena Park Seo-joon hadir dalam film ini. walaupun hanya sebentar, tapi eksistensinya sangat disadari. Park Seo-joon di sini sebagai Prince Yan di planet Aladna serta menjadi suami secara politik Carol Danvers. Prince Yan ialah pemimpin planet Aladna, sebuah planet yang sebagian besar diisi oleh perairan dan memiliki kebudayaan yang unik. Digambarkan dengan sangat apik dan indah, Aladna memberikan kesan tersendiri bagi penonton. Apalagi kemunculan Pangeran Yan dan bahasa mereka yang unik, bahasa lagu, mereka berbicara dengan bernyanyi. Jadi, saat menonton kita berada di film Disney, yang sarat akan menyanyi dan menari. Namun, sangat disayangkan Prince Yan tidak ditampilkan secara banyak dan tidak terlalu digali mengenai hubungan Prince Yan dengan Captain Marvel, serta back story mereka bisa menikah secara politik. Hanya dijelaskan bahwa Carol membantu perebutan takhta dan berakhir menjadi pasangan Prince Yan. Bagi yang membaca atau mengetahui cerita tentang permasalahan Aladna dan bantuan Captain Marvel di komik, pasti tidak akan bertanya-tanya. Cerita ini memang diangkat dan diadaptasi dari komik Captain Marvel sendiri. Kurang lebih seperti yang dijelaskan Carol saat Kamala dan Monica bertanya tentang Carol menjadi princess di Aladna. Saat itu di Aladna sedang ada perebutan takhta, Prince Yan sendiri salah satu yang menjadi calon penguasa dan dia ingin mengubah peraturan mengenai perjodohan dalam mencari pasangan. Carol Danvers membantu Prince Yan untuk menang dalam perebutan kekuasaan tersebut. Karena kemenangan tersebut, akhirnya secara politik mereka menikah dan Prince Yan berhasil menghapus peraturan tersebut. Maka dari itu, Carol sangat dihormati di Aladna dan Carol juga sangat menyayangi Aladna dan seisinya.
Selain hal itu, ada satu plot yang sangat disukai penggemar, khususnya Cat Lovers. Ditampilkannya banyak sekali Flerken, alien berbentuk kucing da memiliki tentakel di dalam mulutnya. Tentu hadirnya Goose kembali dan ikut menetap di pangkalan S.A.B.E.R tidak sekadar untuk menarik Cat Lovers, tapi memiliki peranan penting dalam penyelamatan karyawan di S.A.B.E.R. lahirnya anak-anak Goose membantu dalam evakuasi awak S.A.B.E.R. Flerken bisa menelan secara utuh apa pun itu, benda mati, hidup, manusia, segalanya bisa dia telan. Tentakel tersebut berada di dalam mulutnya, bisa dikatakan sebagai lidah Flerken. Karena hal tersebut, Nick Fury memiliki ide untuk membiarkan kawanan Flerken memakan awak stasiun untuk lebih mudah dievakuasi. Nick Fury mengatakan lebih mudah mengevakuasi kawanan kucing dibandingkan ratusan manusia. Tentu saja hal itu berhasil dan menjadi adegan paling dramatis di film ini.
Penyelesaian konflik pada film ini bisa ditebak saat Monica menyatakan bahwa dia bisa menutup portal antar universe. Dia sudah tahu bahwa harus tinggal di realitas yang berbeda, karena harus menutup dari dalam sana. Tentu Monica dinyatakan hilang sementara, karena dia berada di realitas berbeda, tapi hal ini ada sambungan di post credit scene. Monica bangun di sebuah tempat, seperti lab, di sebelahnya terdapat Ibu Monica, Maria. Di sana tidak hanya Maria, hadir juga seseorang yang menghebohkan pecinta X-Men, hadirnya Beast seorang ilmuan dalam X-Men. Tentu hal ini memperkuat hadirnya mutan di MCU, jalan munculnya eksistensi mutan di earth 616. Maria juga bukan sebagai seorang Ibu bagi Monica, karena di realitas ini Maria menjadi seorang Binary. Hal ini sudah dikonfirmasi pihak Marvel, mengenai siapa Maria di realitas yang didatangi Monica. Banyak spekulasi bermunculan mengenai hadirnya mereka, mengenai dari realitas mana mereka berada. Tentu hal ini akan sangat menyenangkan untuk dibahas dan wajib ditunggu kelangsungannya. Kita bisa melihat X-Men secara original dan mungkin comic accurate dari penampilan serta kostum mereka. Terlihat dari kostum yang dikenakan Beast dibalik jas lab. Serta bocoran film Deadpool 3 yang memperlihatkan kostum Wolverine yang comic accurate. Tidak hanya itu ada detail kecil saat Binary berdiri, terlihat dia sudah menggunakan Quantum Bands di kedua lengannya. Hal itu berarti mereka sudah mengetahui tentang Quantum Bands, tapi tidak mengetahui mengenai multiverse dan kehidupan realitas yang berbeda dalam satu waktu. Hal itu yang membuat mereka tidak merasa terancam saat Monica datang, karena jika mereka mengetahui hal tersebut, mereka akan takut ancaman terkait incursion. Tentu bisa dinantikan event yang melibatkan Avengers dan X-Men dalam satu film atau serial.
Perjalanan cerita dalam film ini memberikan kita pesan yang besar, sebagai seseorang yang memulai sesuatu dan berdampak kepada orang lain. Tentu perlu penyelesaian hal yang dia mulai. Di sini diperlihatkan cara Carol menyelesaikan masalah terkait Hala yang telah dia hancurkan dan mengembalikan Hala seperti dulu. Carol menyelesaikan masalah yang dia mulai, mungkin hal ini bisa mengubah pandangan bangsa Kree terhadap Captain Marvel. Mereka tidak lagi menjulukinya sebagai sang pemusnah, bisa jadi mereka menjuluki sebagai sang penyelamat. Carol menyalakan matahari Hala, agar mereka bisa hidup dengan lebih nyaman setelah kehancuran Hala akibat peperangan saudara. Sangat disayangkan, tidak diperlihatkan atau dijelaskan mengenai keadaan Hala setelah Supreme Intelligence dihancurkan oleh Carol. Hanya dilihatkan Carol menghancurkannya dan ada saksi mata, yaitu Dar-Benn. Tidak ada keadaan saat perang saudara, perebutan takhta, dan sebagainya. Jadi, tidak bisa merasakan bagaimana mengerikannya keadaan Hala setelah Supreme Intelligence dihancurkan, maka Hala juga ikut hancur. Hala sendiri planet yang didasari pada AI, maka ketika AI itu hancur Hala juga hancur.
Banyak hal yang dirasa kurang dalam film ini, selain durasi terpendek dalam sejarah film MCU. Sangat disayangkan ketika back story bisa membuat kebingungan kalau tidak mengetahui film dan serial sebelumnya yang terkait dengan The Marvels. Terdapat satu film dan tiga serial yang tersambung dengan film ini. Film Captain Marvel (Carol Danvers), serial WandaVision (Monica Rambeau), serial Ms. Marvel (Kamala Khan), dan serial Secret Invasion (Nick Fury). Tidak hanya itu, konflik yang paling diketahui para pecinta MCU mengenai Kree dengan Skrull, mereka bisa dikatakan rival abadi. Maka dari itu, di awal saat kedatangan Dar-Benn ke planet Tarnax (tempat pengungsian Skrull di bawah pimpinan Kaisar Dro’ge), mereka membicarakan tentang perjanjian damai antara dua pihak, karena Tarnax ingin disedot atmosfernya untuk langsung dipindahkan ke Hala, saat itu Hala mengalami kekeringan, matahari di Hala meredup, serta atmosfer yang buruk. Padahal bisa saja diberikan back story tentang dua rival abadi ini serta alasan terjadinya Hala terjun ke dalam kehancuran.
Bisa dirasakan villain tidak terlalu meninggalkan kesan, akting serta rasa bengis dan kejam sangat terasa, Dar-Benn digambarkan dengan baik. Namun, film ini tidak terlalu befokus terhadap villain, tidak ada penggambaran lebih lanjut alasan kuat dan kecintaan Dar-Benn terhadap Hala. Tujuan Dar-Benn melakukan hal tersebut jelas untuk menyelamatkan Hala dan menghancurkan Captain Marvel dengan mendatangi beberapa tempat yang memiliki makna penting untuk Carol. Mencuri atmosfer di Tarnax, karena di sana ada kawanan Skrull yang menjadi tanggung jawab Carol. Menyedot air di Aladna, karena Aladna tempat istimewa untuk Carol dan tempat dia menjadi seorang putri yang mendampingi pemimpin di sana. Terakhir, menyedot matahari bumi, karena Dar-Benn tahu Carol berasal dari bumi dan banyak orang-orang penting bagi Carol berada di bumi. Namun, hanya sekadar itu, rasa villain habis saat Dar-Benn mati, karena tidak kuat menahan kekuatan kedua gelang Quantum Bands. Masa Dar-Benn sampai di situ, tidak bisa dirasa seperti villain-villain yang lain. Saat menonton terasa lebih kosong, agaknya Dar-Benn hanya dijadikan tambahan untuk memunculkan konflik, karena Carol saja bisa menyalakan matahari di Hala tanpa menyerap matahari yang ada di bumi. Jadi, hal ini merasa kurang menyentuh dan membekas dalam hati terkait villain.
Bagi yang sudah menonton akan penasaran bagaimana keadaan Tarnax serta Aladna yang diserang pasukan Kree. Bisa diasumsikan untuk Tarnax sudah hancur, karena banyak bangunan yang runtuh serta atmosfer yang diserap. Untuk Aladna mungkin akan baik-baik saja, karena Dar-Benn hanya menyerap air yang ada di Aladna. Sedangkan Aladna sebagian besar berisi air dan jump point juga sudah ditutup semua. Namun, hal ini dijadikan pertanyaan, mengapa tidak ditampilkan keadaan dua planet tersebut setelah penyerangan pasukan Kree? Bagaimana keadaan Prince Yan dan pasukannya? Apa tanggapan mereka mengenai The Marvels meninggalkan Aladna di tengah perkelahian? Hal itu akan tetap tersimpan dalam benak sampai akhirnya nanti dilihatkan keadaan Aladna dan Tarnax.
Selain berbasis petualangan dan laga, film ini juga memuat unsur sains. Termuat bahasa sains yang dapat membingungkan penonton, karena berantakan dalam dialognya. Penjelasan tentang pertukaran tempat oleh Monica, Monica yang memang berbasis orang dibidang sains, tentu pembahasan dia melalui sains. Hal itu juga membingungkan bagi Kamala, karena pembahasan yang terlalu tinggi. Tidak hanya itu, kisah percintaan antara Carol Danvers dengan Prince Yan tidak dikembangkan dan diceritakan lebih lengkap dan lebih banyak. Padahal hal tersebut bisa dijadikan daya tarik tersendiri bagaimana hubungan mereka sebenarnya? Back story mereka mulai pertama kali bertemu dan sebagainya. Jika saja hal ini diceritakan, maka akan menjadi plot yang menyenangkan dan lebih banyak Park Seo-joon tampil dalam film ini. Namun, ciri dari film dan serial marvel tersendiri, dalam pengenalan suatu karakter hanya sedikit saja ditampilkan, untuk bisa dijelaskan lebih lanjut di film dan serial yang lain. Apalagi ini pertama kalinya, Prince Yan dikenalkan dalam MCU, jadi porsinya sangat sedikit, karena dia juga bukan karakter penting dalam film ini. Semoga Prince Yan ditampilkan lagi di dalam MCU dan bisa dieskplor lagi kisah percintaan Prince Yan dengan Carol Danvers atau bisa dikatakan Princess Carol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar