Judul : The Story of Doctor Dolittle (Kisah Dokter Dolittle)
Penulis : Hugh Lofting
Alih Bahasa : Julanda Tantani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2020
Tebal :160 halaman
Buku ini bercerita tentang seorang dokter bernama John Dolittle, M.D., seorang dokter yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Hal unik dari dokter Dolittle ialah beliau bisa berbicara dengan bahasa hewan. Secara genre novel ini bergenre bacaan anak dan fiksi fantasi, buku yang cocok dibaca semua umur. Pak Dokter sangat menyukai hewan, hingga rumah Pak Dokter penuh dengan berbagai macam hewan. Pak Dokter mempelajari bahasa hewan lewat salah satu sahabat hewannya Polynesia si burung nuri.
Dia tinggal di kota kecil bernama Puddleby-di-Tepi-Rawa. Semua penduduk kota itu, tua maupun muda, mengenal baik dirinya. Dan setiap kali dia berjalan kaki di jalanan sambil mengenakan topi tingginya, semua orang akan berkata, “itu dia Pak Dokter lewat! Dia benar-benar dokter yang pintar.” Anjing-anjing dan anak-anak kecil akan berlari-lari membuntuti di belakangnya; bahkan burung-burung gagak yang bersarang di menara gereja akan berkaok-kaok ribut sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Pada novel Kisah Dokter Dolittle kita disuguhkan bagaimana interaksi Pak Dokter dengan sahabat-sahabat hewannya, sehingga membuat kita ingin memiliki kemampuan tersebut. Pak Dokter juga baik hati dan senang membantu yang kesusahan. Karena kebaikan hati Pak Dokter rumahnya penuh dengan hewan-hewan sampai ke pekarangan rumahnya yang luas. Kita akan merasa santai ketika membaca novel ini, walaupun akan ada masa kita merasa tegang dengan apa yang dihadapi Pak Dokter. Novel ini juga tidak seperti novel fiksi fantasi pada umumnya, ketika kita membaca novel ini kita akan merasa bahwa Pak Dokter benar adanya, karena penceritaan yang surealis dengan latar seperti kehidupan nyata tapi ditambah bumbu fiksi.
Namun, setiap hal selalu memiliki kekurangan begitu juga novel ini. Pada dasarnya ini novel anak namun dalam penceritaan ada beberapa hal yang tidak bisa dimengerti anak dengan mudah. Ada beberapa isu yang diangkat dari isu orang dewasa, seperti masalah ekonomi dan rasisme. Memang mulai dari kecil tanpa sadar kita bisa berperilaku rasis terhadap orang lain namun anak-anak tersebut tidak mengerti bahwa hal tersebut termasuk rasis. Pada novel ini tergambar bagaimana Raja Afrika menganggap orang-orang berkulit putih semuanya jahat, karena ada beberapa oknum orang kulit putih mencuri sumber daya dari wilayahnya. Sehingga membuat Pak Dokter ditangkap, padahal niat Pak Dokter baik ingin mengobati monyet-monyet di sana yang terkena wabah. Jadi, tanpa kita sadari kita akan menganggap bahwa Raja Afrika tersebut jahat, padahal tidak sepenuhnya salah Raja Afrika. Beliau hanya kecewa terhadap orang-orang kulit putih yang telah merusak wilayahnya dan tidak ingin hal tersebut terjadi kembali.
Pada sikap Pak Dokter juga ada kekurangan, dia tidak peduli dengan sekitarnya. Pak Dokter hanya peduli dengan sahabat-sahabat hewannya, sehingga membuat saudaranya, Sarah Dolittle muak dengannya, karena mereka jadi miskin. Mereka miskin disebabkan ada 4 pasien yang diusir oleh hewan-hewan milik Pak Dokter, hal itu membuat masyarakat di sana tidak mau lagi kembali ke tempat Pak Dokter. Terakhir kali seorang perempuan datang dan perempuan tersebut tertusuk duri landak saat duduk di sofa.
Terlepas dari kekurangan dan kelebihan dari novel ini, novel ini sangat cocok dibaca ketika kalian bingung ingin membaca sesuatu yang berbeda. Buku ini akan membawa kalian mengenal lebih dalam tentang hewan-hewan di sekitar kita, bisa saja suatu saat siapa yang tahu kita bisa berbicara dengan hewan-hewan tersebut layaknya Pak Dokter. Novel ini akan membawa kalian berpetualang mengarungi samudra, menjelajah hutan Afrika, bertemu berbagai macam hewan, dan yang pasti kalian akan terkagum-kagum dengan sifat dan sikap dari Pak Dokter. Jangan lupakan Polynesia si burung nuri, Jip si anjing, Dab-Dab si bebek, Gub-Gub si babi cengeng, Too-Too si burung hantu, dan Chee-Chee si monyet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar