Sabtu, 06 Januari 2024

Dari Pamurus Menjadi Seorang Kepala Madrasah

 

Jauh dari hiruk pikuk kota, di sebuah desa terpencil, sepertinya tidak terlalu terpencil, anggap saja seperti itu. Tahun 1976 lahir seorang perempuan di Desa Pamurus, desa yang dikelilingi sungai, hidup bergantung pada sungai, semua mengarah ke sungai. April, tepat tanggal 5 seorang perempuan kuat datang ke dunia, yang kelak akan menjadi kepala madrasah di Desa Kuringkit. Mariyamah namanya, buah hati dari H. Burhan dan Hj. Galuh, anak pertama dari tiga bersaudara, sekaligus anak perempuan pertama. Perempuan desa yang memiliki cita-cita mulia, pada saat itu pendidikan sangat terkebelakang di desanya. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya, dia terus berusaha meraih mimpinya. Dia meninggalkan kampung halaman, pergi ke kota, menyambung pendidikan untuk mengejar mimpi. Hingga sekarang dia berada di Kuringkit, merajut mimpi baru untuk pendidikan di Indonesia.

Berasal dari keluarga petani yang sederhana, tapi mepunyai impian menjadi seorang guru, karena di Pamurus saat itu, tepat di SD tempatnya bersekolah hanya ada satu guru dan satu kepala sekolah, sehingga satu guru kadang sehari dan di waktu yang sama mengajar tiga sampai enam kelas. Jadi, beliau mewujudkan mimpi itu dengan pergi ke kota. Beliau belajar dengan giat sehingga selalu menjadi juara kelas, dan ketika kuliah memilih fakultas Tarbiyah jurusan PAI untuk bisa jadi guru agama. Alhamdulillah, beliau bisa menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang sangat baik. Setelah selesai kuliah, menjadi menjadi guru honorer di MTs Muhammadiyah 2 sekitar 9 tahun, dan mengikuti seleksi CPNS pada tahun 2008.

Berawal dari sini beliau merantau kembali, karena ditugaskan di MIN Kuringkit. Tepatnya di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, mulai tahun 2009 sampai dengan 2013. Kemudiant Tahun 2013 sampai dengan 2019 dipindahtugaskan ke MTsN Panyipatan (sekarang, MTsN 5 Tanah Laut). Setelah itu, di periode yang sama ditugaskan di MTs Satu Atap Kuringkit, untuk menanggungjawabi penegerian MTs tersebut. Akhirnya, di tahun 2018 madrasah tersebut dinegerikan. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2019, beliau diangkat menjadi kepala MTsN 7 Tanah Laut, madrasah yg baru saja dinegerikan tersebut atau madrasah yang dulunya bernama MTs Satu Atap Kuringkit. Perjuangan beliau tidak mudah saat proses penegerian madrasah. Berbagai usaha beliau lakukan, untuk bisa mencapai di titik sekarang. Jasa beliau untuk madrasah tersebut tidak ada duanya, sangat pantas beliau mendapatkan jabatan sebagai kepala madrasah, buah dari hasil usaha beliau mewujudkan madrasah yang unggul di desa Kuringkit.

Beliau juga memiliki berbagai gudang prestasi yang mendukung kesuksesannya. Beliau pernah mengikuti lomba Pidato Wawasan Kebangsaan jenjang SLTA se-Kota Banjarmasin pada tahun 1994 dan berhasil meraih juara 3. Tidak hanya itu beliau juga menjadi Fasilitator Daerah Pengembangan Koprofesia Berkelanjutan (PKB) Guru Bahasa Indonesia jenjang MTs, periode 2021 sampai dengan 2024. Beliau juga ditunjuk sebagai Fasilitator Daerah Pengembangan Koprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepala Madrasah pada tahun 2024 nanti. Terakhir, yang pasti sudah diceritakan sebelumnya, beliau menjadi Kepala MTsN 7 Tanah Laut dari tahun 2019 sampai dengan sekarang. Prestasi beliau menunjukkan betapa berdedikasi terhadap pendidikan dan impian beliau. Sebenarnya, beliau menjadi guru Bahasa Indonesia sebelum menjadi kepala madrasah. Hal ini dimulai saat beliau menjadi guru honorer, saat itu sangat susah untuk menemukan guru Bahasa Indonesia, akhirnya beliau yang ditunjuk menjadi guru Bahas Indonesia.

Beliau lulusan SDN Pamurus 2 pada tahun 1989. Beliau melanjutkan pendidikan ke MTs Hayatul Islam Pamurus dan lulus tahun 1992. Selanjutnya, beliau merantau ke kota, karena masa itu untuk sekolah tingkat SLTA tidak ada di desa beliau. Beliau melanjutkan pendidikan di MAN 2 Banjarmasin atau yang sekarang dikenal dengan MAN 2 Model dan lulus tahun 1995. Untuk mencapai impian, beliau berkuliah di IAIN Antasari Banjarmasin atau yang dikenal sekarang dengan UIN Antasari Banjarmasin dan lulus tahun 2000. Beliau juga melanjutkan PLPG untuk guru Bahasa Indonesia di ULM Banjarmasin pada tahun 2009.

Kejadian atau peristiwa yang berkesan bagi beliau ialah saat terpilih menjadi peserta Pendidikan dan Keterampilan Komputer, hasil kerja sama Departemen Agama dengan UNDP PBB tahun 1993-1995. Saat itu orang yang bisa mengoperasikan komputer sangat jarang, jadi termasuk hal yang membanggakan ketika terpilih untuk mempelajari komputer di saat orang yang bisa menggunakan komputer langka. Tidak hanya itu, beliau juga menceritakan hal yang paling membanggakan ialah saat berhasil menyelesaikan tugas untuk menegerikan MTs Satu Atap Kuringkit menjadi MTsN 7 Tanah Laut yang prosesnya mulai dari tahun 2013 sampai dengan 2018. Tidak mudah perjalanan beliau menegerikan madrasah tersebut, memerlukan waktu 5 tahun untuk bisa mencapai titik itu.

Beliau berasal dari Simpang Kiyapu, RT. 10, Desa Pamurus, Kec. Aluh-Aluh, Kab. Banjar. Walaupun beliau berasal dari pedesaan yang jauh dari kebisingan kota, tidak menyurutkan semangat beliau dalam meraih cita-cita dan impian. Beliau menyebutkan mimpi saat ini ialah membangun MTsN 7 Tanah Laut menjadi madrasah yang unggul dan dalam periode ini ialah membangun sarana dan prasarana gedung yang memenuhi standar pendidikan akan dibangun tahun 2025 nanti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mencintai Diri Sendiri

  Judul                : Boku wa Boku wo Suki ni Naru Penyanyi          : Nogizaka46 Liri k                 : Akimoto Yasushi Kompos...