Promosi dari kaum LGBTQ+ sudah merambat ke dalam lingkungan
anak-anak. Banyak sekali hal yang menyangkut anak-anak dibumbui oleh
LGBTQ+. Salah satu hal yang mengandung promosi tersebut ada pada
tontonan anak-anak. Benar kartun atau video animasi yang ditujukan untuk
anak-anak. Sekarang kartun-kartun yang dikhususkan untuk anak banyak
mengandung unsur LGBTQ+.
Pada dasarnya anak-anak tidak akan mengerti dengan adanya unsur tersebut dalam tontonan mereka. Mereka masih polos dan tidak tahu apa maksud dan pesan dari hal tersebut. Mereka hanya terfokus pada tontonan yang memang diperuntukkan kepada mereka. Namun, orang-orang tertentu ingin menormalisasikan hal tersebut melalui anak-anak. Mereka ingin anak-anak menganggap hal tersebut menjadi hal yang wajar atau biasa di dalam lingkungan sosial.
Jika dipikirkan
melalui sudut pandang kaum mereka, tidak ada salah pada hal tersebut.
Mereka hanya ingin diakui oleh seluruh orang. Mereka ingin dianggap,
bahwa mereka itu normal seperti orang pada umumnya. Mereka tidak bisa
meracuni seluruh orang dewasa untuk setuju terhadap mereka atau bisa
dikatakan pro terhadap mereka, maka dari itu mereka meracuni anak-anak.
Mereka mempromosikan kaum mereka melalui tontonan anak-anak.
Mereka
pintar memilih target, karena anak-anak mudah terpengaruh. Hal itu akan
membuat anak berpikir bahwa kaum mereka itu normal atau wajar. Jika hal
tersebut bisa terealisasikan keseluruh anak-anak, masa depan dunia akan
semakin sakit. Kita tahu, bahwa kaum LGBTQ+ itu bukan orang yang sehat.
Mereka memiliki penyakit pada mental mereka. Takutnya, anak-anak akan
memiliki penyakit mental juga, jika dibiarkan semakin lama.
Maka dari
itu harapan saya kepada orang tua, lebih memperhatikan tontonan
anak-anak. Apakah tontonan mereka mengandung LGBTQ+ atau tidak? Masih
banyak tontonan yang bagus dan berkualitas untuk anak-anak. Salah satu
tontonan yang bagus untuk anak-anak ialah DOMIKADO. DOMIKADO merupakan
sebuah tayangan edukasi untuk anak-anak, karya anak bangsa. Tentu saja
tidak akan ada unsur LGBTQ+. Selain itu dari tayangan tersebut bisa
belajar dan bermain bersama di Taman Domikado.
(Sumber gambar: google)
Ya, Saya setuju!
BalasHapusya, saya setuju dengan pendapat ini. karena jika kita sebagai orang tua tidak memilah dan memilih tontonan anak maka bisa saja anak akan mudah tercemar oleh hal-hal negatif, salah satunya LGBTQ+ ini. karena anak merupakan peniru yang handal maka ditakutkan anak-anak kita malah ikut terjerumus dalam LGBTQ+ tsb.
BalasHapusSetuju. Perlu sekali pengawasan orang tua terhadap tontonan anaknya agar tontonan anak tidak menyeleneh ke arah negatif.
BalasHapusSaya setuju! Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak dari maraknya tayangan saat ini yang secara langsung maupun tidak langsung mengenalkan anak tentang LGBTQ+. Selain tayangan Domikado yang direkomendasikan penulis, orang tua juga dapat mengalihkan hiburan anak dengan membaca. Orang tua dapat menemani anak sembari bercerita dengan buku-buku bergambar yang pasti akan menarik perhatian anak.
BalasHapusSangat setuju! Karena peran orang tua itu sangat penting bagi anak.
BalasHapusSaya ingat kita pernah membahas ini di kelas. Terima kasih untuk partisipasinya dalam menulis opini ini, Aufa! Semoga banyak orang tua yang semakin sadar bahwa pentingnya mengawasi tontonan anak. Anak yang bersifat mudah meniru akan menerima apa saja yang dia konsumsi dalam tontonan. Hal ini berdampak baik dan buruk juga. Maka orang tua sangat disarankan menemani si kecil sembari memberi saran bagaimana hal-hal baik itu. Ada baiknya kita tidak mendekati sesuatu yang sebetulnya sudah jelas dilarang oleh pedoman kita sebagai makhluk tuhan yang taat agama. Semoga kita dijauhkan dari segala yang tidak baik.
BalasHapus